diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. : Rasulullah Saw pernah bersabda, "ada tiga jenis manusia yang sama sekali tidak akan dilihat Allah pada hari kiamat, tidak akan disucikan dosanya dan akan menerima azab yang pedih. mereka adalah :
1. seorang lelaki yang memiliki kelebihan air di suatu jalan lalu menyembunyikannya dari ibn al sabil (para musafir atau peziarah di Jalan Allah)
2. seorang lelaki yang memberikan baiat (ikrar kesetiaan) kepada seorang penguasa dengan tujuan semata-mata memperoleh keuntungan duniawi. apabila penguasa itu memberinya sesuatu, ia gembira, dan jika ia tidak memberinya apa-apa, ia benci.
3. dan seseorang yang memamerkan barang-barangnya untuk dijual selepas asar (dan mengangkat sumpah palsu) dengan berkata, "demi Allah ! kecuali Dia, tidak ada yang patut disembah. barang-barangku telah ditawar sekian dan sekian". sehingga orang mempercayai bualannya (dan membeli barang-barang yang ditawarkannya).
kemudian Nabi Muhammad Saw membacakan ayat suci Al Quran : Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit... (QS Ali Imran [3] : 77)
Hadist riwayat Bukhari
Kritis, Kreatif, Inovatif... Menolak Tunduk dan Bangkit Melawan...!! Fastabiqul Khairot..!!!
Rabu, 18 April 2012
Sabtu, 10 Desember 2011
cerita motivasi
Setelah 21 tahun usia pernikahanku, aku mendaptakan surat
cinta. Itu adalah ide istriku, ketika ia berkata: “aku tahu bahwa kamu sangat
mencintainya.” Wanita yang menginginkan kebersamaan denganku dan menghabiskan
waktu bersamanya adalah ibuku yang telah menjanda selama 19 tahun.
Namun karena
kesibukan kerja dan kehidupan sehari-hari, 3 anak kecil, dan tanggung jawab
yang besar membuatku jarang menjenguknya. Pada suatu hari aku menelponnya dan
mengundangnya makan malam. Ia bertanya kepadaku: “apakah kamu baik-baik saja?”
karena ia tidak biasa ditelpon malam-malam, maka ia pun cemas. Lalu saya
menjawab: : “ya, aku baik-baik saja, tetapi aku ingin menghabiskan waktu
bersamamu, Bu.” Ibuku menjawab: “kita saja?” aku menjawab, “ya, tentu.”
Beliau berpikir sebentar dan berkata: “aku suka sekali.”
Pada hari kamis sepulang kerja, aku menjemputnya. Aku merasa
sedikit canggung. Ketika sampai, Aku mendapati ibuku juga sedikit cemas. Ia
menunggu di depan pintu menggunakan baju yang bagus. Kelihatannya itu adalah
baju trakhir yang dibelikan oleh ayahku sebelum ia meninggal.
Ibu tersenyum seperti malaikat dan berkata: ”aku bercerita
pada semua orang bahwa hari ini aku akan keluar bersama anakku. Semua orang
gembira mereka tak sabar untuk menunggu ceritaku, setelah aku pulang.”
Kemudian kami pergi ke sebuah restoran yang indah dan tenang.
Ibu memegang lenganku seakan-akan ia adalah wanita yang paling bahagia di
dunia.
Setelah kami duduk, aku mulai membaca menu makanan, karena ia
tidak bisa membaca, kecuali huruf-huruf besar. Ketika aku membaca, ia melihat
ke arahku dengan senyum lebar di kedua bibirnya yang berkerut. Ia berkata:
”dahulu aku yang membacakan untukmu ketika kamu masih kecil.”
Aku menjawabnya: “ sekarang, saatnya meluruskan jalan hidupku
lewat tuntunan agamaku. Kini, giliranku untuk membacakannya untukmu, ibu.”
Kami banyak bercerita selama makan malam. Yang kami bicarakan
bukanlah hal yang istimewa, namun hanyalah hal yang biasa. Hanya kisah-kisah
lama dan baru, sehingga kami lupa waktu sampai tengah malam. Ketika kami pulang
dan sampai di pintu rumahnya, ia berkata: “aku setuju untuk keluar lagi lain
kali, namun aku yang akna membayarnya.” Kemudian aku mencium tangannya dan
mengucapkan selamat tinggal.
Selang beberapa hari dari makan malam itu, Ibuku meninggal
karena serangan jantung. Peristiwa itu terjadi begitu cepat, hingga aku tidak
bisa berbuat apa-apa.
Setelah beberapa hari, ada sebuah surat datang kepadaku. Surat
dari restoran tempat aku dan ibuku makan malam dengan beberapa catatan yang
ditulis oleh ibuku. “aku telah membayar
biaya makan di depan. Aku tahu bahwa aku tidak akan hidup lama lagi. Yang
penting aku telah membayar makan malam untuk dua orang, kamu dan istrimu.
Karena kamu tidak akan mampu menghargai makna makan malam ini bagiku. Aku
menyayangimu, Anakku.”
Pada saat itu aku memahami dan menghargai makna kata ‘cinta’
atau ‘aku mencintaimu’. Makna untuk membuat ayah atau ibuku merasakan cinta
kita ini.
Selasa, 01 November 2011
DO IT NOW
|
Setting cerita:
Waktu :
kapan saja
Tempat : di manapun anda berada
Kejadian : anda ingin melakukan perjalanan ke
makkah
Situasi : anda membawa tiket pesawat dan
paspor yang bisa dipakai setiap saat dan setiap tempat
|
Anda
telah mengemas tas-tas bawaan anda dan mobil siap mengantarkan ke bandara.
Ketika memasuki kabin pesawat, pramugari menyambut anda. Ketika itu, hati anda
berbunga-bunga karena ingin pergi ke makkah dan masjidil haram. senyum
mengembang di wajah anda dan berkata pada diri sendiri, “Betapa indahnya
perjalanan ini.”
Ketika
hendak take off, suara pilot terdengar menyambut anda. Senyum anda bertambah
lebar, namun lambat lau senyum itu berubah menjadi tawa histeris atau bahkan
tangis pahit, ketika pilot tersebut berkata “Selamat datang dalam perjalanan
kita menuju Johannesburgh.” Ini sebuah masalah besar bukan ?!
Apakah
anda berharap mengalami hal tersebut ?? sebelum anda menjawab pertanyaan
tersebut, perkenankan saya menyelesaikan pertanyaan saya.
ü Mengapa kita berjalan meniti jalan dalam
keadaan kedua mata tertutup???
ü Mengapa kita berjalan bersama yang lain, tetapi
kita tidak bertanya ke mana tujuan kita ???
ü Mengapa ketiak akita telah sampai ke tempat
perhentian, terkadang kita merasa bahwa itu bukanlah tujuan kita ???
ü Mengapa kita tidak tanyakan pada diri sendiri,
sebenarnya apa yang kita inginkan dari pernikahan kita, anak-anak, pekerjaan,
dan kehidupan kita ???
Pertanyaan-pertanyaan
di atas ditujukan untuk kita (saya dan anda). Artinya kita harus berhenti
sejenak dan berpikir lagi serta merenungkan pilihan-pilihan, sehigga mampu
melihat gambaran dari hasil akhir yang bisa kita capai dari sekarang hingga
akhir hayat.
Kehidupan
hanyalah tempat pemberhentian untuk kita singgahi. Betapa banyak tempat
pemberhentian yang telah kita lewati begitu saja dan betapa banyak waktu yang
kita habiskan untuk menunggu di sana berjam-jam, hingga kita bosan dan jemu.
Pemberhentian yang kita lewati adalah tempat pemberhentian berupa masa-masa
yang indah, bahagia, dan masa-masa menikmati keindahan yang kita tunggu dalam
waktu yang lama, namun pada akhirnya kita tidak sampai kepadanya.
Bahkan,
terkadang kehidupan menyeret kita untuk singgah di tempatyang kita tidak
inginkan. Di sana kita berhenti untuk waktu yang lama, mengikis banyak usia,
dan membiarkan kebahagiaan kita hancur berkeping-keping.
Inilah
kehidupan. Lalu, pemberhentian apakah yang menjadi peruntungan nasib anda ?
pemberhentian manakah yang akan anda pilih atau singgahi ? imam Ali berkata :
“kesempatan itu berjalan seperti awan, maka manfaatkanlah dengan baik.”
Sebuah
syair menyatakan :
Yang
lemah akalnya
Sering
menyia-nyiakan kesempatan
Apabila
kesempatan terlepas,
Taqdir
Tuhan yang dipersalahkan
Kesempatan
yang terbuang terasa amat menyedihkan. Ketika satu kesempatan terlepas, maka dia
tidak akan kembali. Orang yang menyia-nyiakan hanya mampu menggigit jari.
Menyesalai kesempatan yang terlepas darinya, tanpa mampu memanfaatkannya. Saat
itu terjadi, maka tiada guna penyesalan yang kita lakukan. Kesempatan tidak
akan datang dua kali, maka ambillah kesempatan yang diberikan kepada anda.
Jangan anda sia-siakan dan ragu terhadapnya.
Jika
angin keberuntunganmu berhembus,
Maka
manfaatkanlah semampumu
Karena
angin berhembus,
Ada
kalanya ia diam membisu
Jumat, 28 Oktober 2011
pesan untuk Pemuda
Untukmu yang muda, yang ukuran
hidupmu di masa depan secara bersama akan menjadi ukuran bangsa ini, sadarilah
bahwa...
Jika engkau tidak mengindahkan
hatimu dengan cinta dan kasih sayang, bangsa ini akan gelisah dengan
pertengkaran dan pengutamaan kepentingan masing-masing, dan keluarga yang
anggotanya saling menghianati satu sama lain.
Jika engkau tidak setia kepada
kejujuran dan niat baik, engkau akan menjadi pemimpin yang tidak jujur atau
menjadi rakyat yang diperdaya oleh kepalsuan pemimpinnya.
Jika engkau tidak meluaskan kebaikan
agama dan keyakinanmu sebagai rahmat bagi sesamamu, bangsa ini akan menjadi
ajang kebencian antara orang-orang yang ber-Tuhan kepada Tuhan yang sama.
Jika engkau lamban membarukan
sikap dan perilakumu, jika engkau enggan meningkatkan pengetahuanmu, jika
engkau lebih tertarik kepada pekerjaan karena janji uang pensiunnya, dan engkau
tidak merindukan kemandirian dari kewira-usahaan ; negara ini hanya akan
menjadi bangsa yang menunggu gajian dan tidak akan pernah menjadi negara yang
maju, yang kuat ekonomiannya, dan yang dihormati dalam pergaulan dunia.
Bangsa ini dibangun oleh
pemuda, dulu, sekarang, dan di masa depan.
Sumpah kita untuk kebesaran
bangsa dan negara sudah terdengar menggelegar.
Hari ini, marilah kita
buktikan bahwa tindakan kita sesuai dengan kebesaran sumpah kita sebagai
pemuda.
Kitalah penentu kebaikan
bangsa.
Jayalah Indonesia !!
Mario Teguh- bangga menjadi
pribadi Indonesia
Semangat sumpah pemuda sudah
sengat besar dan berperan serta dalam andil kemerdekaan indonesia, bagaimana
pemuda-pemuda dengan semangatnya yang masih menggebu-gebu. Yang berkobar dengan
indah seakan-akan Indonesia dihiasi oleh keindahan semangat pemuda.
Yang kita perjuangkan tidak
hanya dengan berdemo dan mengkritik pemerintah tanpa ada jalan keluar, tapi
bagaimana kita bisa mengaplikasikan semangat pemuda tersebut dalam kehidupan
sehari-hari, menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh dan bisa memberikan sesuatu
yang bermanfaat bagi bangsa dan negara, tidak hanya berani berdemo tetapi
kesehariannya belajar asal-asalan, uang spp ditilep dan sebagainya. Berani berbuat
berani bertanggung jawab, tidak hanya mulut besar tetapi aplikasi nol...
bagaimana kita bisa mengabdi kepada Indonesia dengan semangat pengabdian yang
benar-benar terwujud dalam perilaku kita....
SEMANGAT PEMUDA INDONESIA...
ABADI PERJUANGAN
Langganan:
Postingan (Atom)