Kamis, 29 September 2022

 KARTINI’S REFLECTION; CINTA UNTUK HAL-HAL YANG SEDERHANA

Oleh: Tsani Khoirun Niswatin (UMS)

Sebelum tahun 1900 an, sejarah mencatat bagaimana seorang wanita diperlakukan tidak adil pada masa itu. Seperti yang kita ketahui, zaman dulu posisi perempuan kerap dipandang sebelah mata oleh masyarakat. RA Kartini, merupakan salah satu tokoh wanita yang berpengaruh untuk kemajuan bangsa karena perjuangan dan pemikirannya untuk keadilan perempuan. Dalam hal ini, Kartini dikenal sebagai tokoh pelopor kesetaran gender bagi kaum perempuan. Kesetaraan gender sendiri dipahami sebagai suatu pandangan bahwa laki-laki dan perempuan memiliki drajat yang sama tanpa memandang apapun, mereka memiliki status yang sama untuk mewujudkan impian mereka. 

Selain dikenal sebagai tokoh pelopor kesetaran gender, RA Kartini juga dikenal sebagai orang yang sederhana dan dermawan. Terlahir sebagai keturunan bangsawan, RA Kartini tak menjadikan dirinya sombong ataupun angkuh. Dia bahkan membenci tindakan bangsawan lain yang menggunakan posisi dan pangkatnya untuk menindas orang-orang yang status dan drajat mereka berada di bawahnya. Menurut Kartini, kesederhanaan dan kebijaksanaan merupakan hal yang sangat penting dan diperlukan di masa mendatang. 

Dalam perjuangannya untuk pendidikan, RA Kartini menjadi pengajar untuk anak- anak yang tidak seberuntung dirinya agar mereka tetap mendapatkan pendidikan yang layak. Pendidikan merupakan bagian penting dalam suatu peradaban. Konsep pendidikan menghadirkan pemahaman baru terhadap suatu objek atau materi. Pendidikan juga dapat menciptakan generasi muda terdidik dengan perilaku dan pola pikir berbeda antar individu. Seperti halnya yang diyakini oleh Kartini, bahwa kesederhanaan merupakan hal yang penting. Sifat sederhana ini bisa kita terapkan dengan memperhatikan hal-hal kecil di sekitar kita, meningkatkan rasa empati dan kasih sayang dengan sesama, tidak bersikap sombong, serta peduli dengan orang-orang yang ada disekitar. 

Oleh karenanya, meneladani dari sifat RA Kartini kita sebagai manusia haruslah bersikap sederhana dan saling mengasihi antar satu dengan yang lain. Kita semua tahu,bahwa tak jarang orang mencintai kita apa adanya, dan tak jarang pula orang mencintai kita karena perbuatan kita. Meskipun begitu, kita harus selalu mencoba melakukan yang terbaik untuk orang-orang disekitar kita.

Babak Baru Refleksi Perjuangan Kartini

 Babak Baru Refleksi Perjuangan Kartini

oleh Salsabila Safirana Wibisono (UIN Walisongo Semarang-Komisariat Paripatetik)

Kartini telah menjadi sosok yang namanya selalu abadi dalam sanubari para perempuan Indonesia. Ialah pelopor emansipasi wanita yang selalu digaungkan namanya setiap tanggal 21 April. Kartini merupakan salah satu tokoh yang memperjuangkan hak-hak perempuan sekaligus membangkitkan kualitas hidup perempuan. Berkatnya tercipta kesetaraan antara perempuan dan laki-laki baik dalam memperoleh kesempatan belajar, berkarir, berpendapat dan berkarya. Berkatnya pula semakin ramai perempuan Indonesia yang sadar akan haknya dalam mendapat akses dan kesempatan yang sama dengan laki-laki. Sehingga para perempuan Indonesia tak lagi terkekang dengan tuntutan kuno yang mengharuskan mereka menjadi ibu rumah tangga dan mengurus pekerjaan rumah.

Hal itulah yang menciptakan kesenjangan sosial antara perempuan dan laki-laki zaman dahulu. Mereka terkurung oleh adat yang selanjutnya menjadi kodrat. Namun kini kita tahu bahwa menjadi ibu rumah tangga bukan satu-satunya cita-cita. Kartini telah membuka ruang baru bagi para wanita Indonesia untuk menjadi apa yang mereka mau. Karena sejatinya setiap orang punya hak dan kesempatan yang sama dalam menjadi penggerak, menyampaikan opini dan gagasan, serta menyalurkan bakatnya. Emansipasi ini selanjutnya tidak hanya bicara soal kesetaraan, tapi bagaimana perempuan bisa menjadi panutan dan inspirasi yang berguna bagi lingkungan sekitarnya.

Namun hingga sekarang, tak sedikit kajian yang menyebutkan bahwa perempuan termasuk dalam golongan rentan yang masih sering mendapat masalah seperti kemiskinan dan kekerasan. Bahkan Komnas Perempuan pada Maret 2022 menyebutkan bahwa telah terkumpul sebanyak 338.496 kasus kekerasan berbasis gender (KBG) terhadap perempuan. Stigma-stigma buruk yang masih mengakar dan berkembang di kehidupan sosial masyarakat Indonesia juga membuat perempuan menjadi pihak yang selalu salah dan mengalah. Menjadi ibu rumah tangga atau wanita karir? Kenapa pilihan tersebut seakan menganggap jika perempuan memilih salah satunya maka ia akan mengorbankan yang lainnya? Padahal di era modern ini sudah seharusnya perempuan terus bangkit untuk berkontribusi dalam berbagai bidang dan dengan berbagai cara. Maka dari itu dukungan dari kebijakan dan lingkungan seharusnya ikut mendorong perempuan untuk memaksimalkan perannya.

Era digital menjadi babak baru bagi keberlanjutan emansipasi wanita. Dunia digital tidak memiliki batas, tapi para wanita Indonesia hendaknya sadar dan tetap bisa membatasi diri dengan norma agama dan budaya. Karena kemudahan akses internet seringkali membuat lalai. Oleh karena itu melek teknologi harus diimbangi dengan pemahaman literasi digital, bukan hanya mengoptimalkan daya guna melainkan juga bijak dalam penggunaannya. Perempuan hendaknya lebih arif dalam memaknai perjuangan emansipasi Kartini. Jangan sampai perempuan yang ditampilkan media menjadi sorotan negatif dan menyimpang dari apa yang dicita-citakan Kartini. Sudah saatnya perempuan membekali diri dengan pengetahuan dan kemampuan agar keberadaannya tidak dipandang sebelah mata dalam setiap segi kehidupan.


 Pengutamaan Pendidikan Dalam Menghadapi Masa Demografi Dalam

Pemikiran Raden Ajeng Kartini

oleh Rini Adiningtyas (UNIMUS IMM ASY SYIFA)

Raden Ajeng Kartini adalah seorang tokoh feminis pertama yang ada di Indonesia, dimana telah dikukuhkan sebagai pahlawan nasional. Kartini adalah seorang pejuang kemerdekaan bagi perempuan. Perjuangan kartini paling keras adalah dalam bidang pendidikan, karnadengan keyakinan kartini bahwa pendidikan itu adalah alat yang penting yang menjadi satu-satunya cara dalam menganggkat drajat perempuan dalam membangun peradapan. Pemikiran kartini mengenai pendidikan merupakan reaksikritis atas setiap permasalahan yang dihadapinya berdasar pengalaman edukatif yang diperoleh sehingga melahirkan konsep praktis tentang pendidikan perempuan. Perjuangan kartini bukan sebatas ide , karna kartini telah berani melangkah , dengan membuka sekolah perempuan meski bertentangan dengan adat. Akibat selanjutnya perjuangan kartini menjadi stimulan pengembangan pendidikan islam yang mengalami perkembangan sangat cepat dengan tumbuhnya sekolah-sekolah perempuan dan kemajuan pemikiran islam dengan tumbuhnya berbagai organisasi keagamaan serelah wafatnya kartini. Peringatan hari kartini, diambil dari hari kelahirannya, dimulai saat penetapan presiden soekarno mengeluarkan keputusan presiden No. 108 Tahun 1964yang menetapkan kartini sebagai pahlawan nasional dan sekaligus menetapkan hari lahirnya 21 April sebagai Hari Kartini. Poin penting dalam kehidupan kartini adalah cara pandang, dan kepeduliannya terhadap kaum perempuan yang sedang tertindas oleh budaya partirarki.

Indonesia diprediksikan akan menikmati Demografi yaitu percepatan pertumbuhan ekonomi akibat berubahnya struktur umur penduduk yang ditandai dengan menurunnya resiko ketergantungan penduduk non-usia kerja kepada penduduk usia kerja. Perubahan struktur emungkinkan demografi tercipta karna meningkatnya suplai angkatan kerja, tabungan dan kualitas sumber daya manusia. Demografi tidak dapat diraih melainkan adanya upaya dengan arah kebijakan yang tepat. Hal yang dapat dilakukan tercakup dalam berbagai bidang diantaranya : Business. Keterlibatan dunia usaha. Harus diakui dunia usaha yang berkembang pesat, khususnya dunia industri mebeler. Namun demikian, peranan pengusaha tersebut belum terlihat—jika tidak dikatakan nihil—dalam pencerdasan warga masyakarat. Indikatornya, dana CSR (Corporate Social Responsibility) belum (tidak) pernah terarah di sektor pemberdayaan masyarakat secara nyata, khususnya di dunia pendidikan. Padahal, jika dana CSR dunia usaha menyasar di bidang pendidikan dampaknya sangat nyata. Di area inilah pemerintah daerah diharapkan dapat mendorong, sekaligus membuat kebijakan agar dana CSR perusahaan Jepara tepat guna menyasar ke dunia pendidikan, dan sosial kemasyarakatan lainnya. Dengan demikian, paguyuban pengusaha, asosiasi pengusaha, dan lainnya perlu diarahkan untuk ikut aktif dalam mengisi, dan turut serta mematangkan demografi masyarakat.

Civil Socity. Keterlibatan masyarakat. Peran aktif masyarakat sangat menentukan dalam menyiapkan demografi. Utamanya, kesadaran warga masyarakat dalam meningkatkan kapasitas, kualitas, dan daya saing generasi mendatang. Cara pandang masyarakat pada umumnya yang menganggap “remeh pendidikan‟ harus diubah. Polarisasi yang berkembang di masyarakat luas, “buat apa sekolah, paling-paling hanya menjadi tukang kayu harus disadarkan, sekaligus diluruskan. Berbagai kebijakan dan teroosan perlu segera diretas mendorong, menjebatani,menginisiasi, memfasillitasi dan mengapresiasi dunia academic, business, dan civil socity secara stimulan harus segera dilakukan oleh pemerintah daerah. Dalam konteks yang luas , buah dari refleksi R.A Kartini pada hakikatnya adalah bagaimana kaum muda mampu berperan aktif dalam berbagai bidang sesuai kapasitas masing-masing. Tanpa membedakan jenis kelamin, kulit, status sosial, suku, ras, dan agama. Ketokohan R.A kartini tidak hanya sebagai icon, sekaligus pejuang emansipasi perempuan , tetapi simbolperlawanan sepanjang masa. Percepatan dan kematangan terwujudnya demografi harus diwujudkan melalui kerja sama dari berbagai pihak baik academic, business, civil socity maupun goverment.

Pendidikan merupakan hak semua manusia, baik laki-laki mapun perempuan. Namun, pada realitanya jumlah perempuan lebih sedikit dibanding pria. Hal ini salah satunnya disebabkan oleh budaya tradisional yang bersumber pada konsep dari perempuan dan laki-laki secara tipikal atau stereotip gender. Hal yang menarik adalah telah terjadi pemberontakan kebudayaan dalam skala kecil pada abad ke 29 oleh gadis bernama kartini,melalui surat-surat kartini kemudian diterjemahkan oleh Armin Pane dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang merupakan suatu pena yang menggambarkan perjuangan seorang perempuan dengan cara yang dimaksud tertentu yang diharapkan bisa memotivasi perempuan muslim, khususnya perempuan Indonesiapada umumnya untuk berjuang bersama-sama mendapatkan hak-hak dan perananya sebagai individu dan masyarakat dalam segala bidang dari keterpurukan  kepada peradaban dan bermakna melalui pendidikan. Hingga kini perempuan selalu terdiskriminasikan dalam segala bidang hal termasuk pendidikan.

 Kartini Hanyalah Biografi.

oleh Hesti Awandani Pangestu (PK IMM Prof Hamka)

Berbicara tentang perempuan menjadi suatu narasi yang tidak dapat dipandang sebelah mata. Hal ini berdasarkan beberapa stigma yang disematkan khalayak umum terhadap perempuan. Seperti halnya yang dialami oleh perempuan di era sebelum abad ke-20. Dimana peran dan posisi perempuan pada masa itu hanya selesai pada aktivitas yang berkaitan tentang kasur, sumur, dan dapur. Maka dengan latar yang memprihatinkan tersebut membuat RA Kartini bertekat untuk memperjuangkan emansipasi wanita. 

Mengulas di era sebelum abad ke 20 keadaaan masyarakat Indonesia yang mengabaikan harkat martabat perempuan, menganggapnya lemah dan menjadikan perempuan sebagai objek gairah semata. Tak cukup itu, bahkan perempuan juga dilarang untuk berpendidikan [hanya anak pejabat atau pegawai pemerintah] yang boleh mengenyam pendidikan, itupun juga dibatasi bagi kaum perempuan. Maka, urgensi daripada emansipasi wanita hari ini mungkin lebih cenderung pada menekan angka kekerasan terhadap perempuan. Menurut data Komnas Perempuan 2022 tercatat 338.496 kasus kekerasan berbasis gender [KBG] kepada perempuan. 

Raden Adjeng Kartini atau Raden Ayu Kartini, lahir di Jepara pada 21 April 1879 dan wafat pada tanggal 17 September 1904 di Rembang. Beliau merupakan sosok wanita pribumi yang dilahirkan dari keturunan bangsawan. RA. Kartini adalah purti dari R.M.A.A. Sosrodiningrat dan M.A. Ngasiroh. R.A Kartini menikah pada umur 24 tahun dengan Bupati Rembang K.R.M Adipati Ariyo Singgih Djojo Adhiningrat. RA Kartini merupakan tokoh emansipator Indonesia yang semasa hidupnya memperjuangkan hak wanita [kesetaraan]. Dengan keberanian dan tekad yang kuat serta cita-cita luhurnya mampu mendobrak kebodohan dan kenekan paham diskriminasi.

Hari Kartini ialah hari untuk mengenang sosok luar biasa dalam diri R.A Kartini sebagai pahlawan perempuan dan tokoh emansipasi wanita. Maka dari itu, inilah momentum dimana sosok Kartini itu hadir dalam insan perempuan pada hari ini. Sebagai bentuk konkrit adanya persamaan hak antara laki-laki dan perempuan. 

Bila dipandang dari kacamata gender bahwa hari ini kesetaraan itu memang telah diperoleh perempuan. Terbukti tidak sedikit perempuan hari ini yang mampu bersaing dan menduduki kursi penting di negeri ini. Namun, merdeka dalam pemikiran masih menjadi tumpang-tindih. Pentingnya pendidikan juga masih dipertanyakan. Terlebih lagi budaya  patriarki masih kental mengakar pada setiap lini kehidupan masyarakat saat ini. Dan maraknya kasus pelecehan terhadap perempuan. Tantangan Kartini masa kini akan jauh lebih berat, karena Kartini masa kini harus berjuang mempertahankan eksisitensi daripada kesetaraan tersebut. Terlebih di dunia pendidikan.

Mengingat perempuan adalah ibu dan ibu merupakan madrasah pertama bagi anak- anaknya, oleh karenanya pendidikan bagi perempuan tidak hanya sekedar perlu, tetapi patut  mendapat perhatian lebih. Bagaimanapun bentuk pendidikannya, keluarga merupakan aspek utama. Dan perempuan mempunyai peranan yang cukup signifikan didalamnya. Agar Kartini tidak hanya sekedar biografi, maka perempuan memiliki peran untuk membangkitkan semangat Kartini hari ini dalam upaya bagaimana sosok perempuan itu dapat menginspirasi perempuan lainnya dan mampu menjawab keadaan mengenai problematika budaya patriarki.